Laman

Kamis, 11 Juli 2013

Bocah dan Anjing Cacat


Sebuah pet shop alias toko hewan peliharaan, memasang papan iklan yang menarik bagi anak-anak kecil, “Dijual anak anjing” . Segera saja seorang anak lelaki datang , masuk ke dalam toko dan bertanya, “Berapa harga anak anjing yang kau jual itu?” Pemilik tolo itu menjawab, “Harganya berkisar antara 30-50 dolar.”

Anak lelaki itu lalu merogoh saku celananya dan mengeluarkan beberapa keping uang, ” Aku hanya mempunyai 2,37 dolar, bisakah aku melihat-lihat anak anjing yang Anda jual itu?”
Pemilik toko itu tersenyum. Lalu ia bersiul memanggil anjing-anjingnya. Tak lama dari kandang anjing muncullah anjingnya, Lady, yang diikuti oleh lima ekor anak anjing, Mereka berlari-larian di sepanjang lorong toko. Tetapi ada satu anak anjing yang tampak berlari tertinggal paling belakang.

Si anak lelaki itu menunjuk anak anjing yang paling belakang itu dan bertanya, “Kenapa dengan anak anjing itu?”
Pemilik toko menjelaskan bahwa ketika dilahirkan, anak anjing itu mempunyai kelainan di pinggulnya, sehingga akan menderita cacat seumur hidupnya.

Anak lelaki tu tampak gembira dan berkata, “Aku beli anak anjing yang cacat itu.”
Pemilik toko itu menjawab, “Jangan, jangan beli anak anjing yang cacat itu. Jika kau ingin memilikinya, aku akan berikan anak anjing itu padamu secara gratis.”

Anak lelaki itu kecewa. Ia menatap pemilik toko itu dan berkata, ” Aku tak mau Bapak memberikan anak anjing itu dengan cuma-cuma padaku. Meski cacat, anak anjing itu tetap mempunyai harga yang sama sebagaimana anak anjing yang lain. Aku akan bayar penuh harga anak anjing itu. Saat ini aku hanya mempunyai 2,35 dolar. Setiap hari aku akan mengangsur 0,5 dolar sampai lunas.”

Pemilik toko itu menolak, “Nak, kau jangan membeli anak anjing ini. Dia tidak bisa berlari cepat. Dia tidak bisa melompat dan bermain sebagaimana anak anjing lainnya.”

Anak lelaki itu terdiam. Lalu ia menarik ujung celana panjangnya. Dari balik celana itu tampaklah sepasang kaki yang cacat. Ia menatap pemilik toko itu dan berkata, “Bapak, aku pun tidak bisa berlari dengan cepat. aku pun tidak bisa melompat-lompat dan bermain-main sebagaimana anak lelaki lain. Oleh karena itu aku tahu, bahwa anak anjing itu membutuhkan seseorang yang mau mengerti penderitaannya.”

Kini pemilik toko itu menggigit bibirnya. Air mata menetes dari sudut matanya. Ia tersenyum dan berkata, “Aku akan berdoa setiap hari agar anak-anak anjing ini mempunyai majikan sebaik engkau.” ***

Sahabat... semoga kita bisa memetik butiran2 mutiara hikmah berupa KEKUATAN EMPATI, NILAI HARGA DIRI YG TIDAK DIBATASI OLEH KURANGNYA BAGIAN DARI FISIK.. dan lain2 yg disari dari kisah tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar